Sabtu, 11 April 2020

STRATEGI LISTENING DALAM MENGERJAKAN TOEFL


1. Listening
 
Terbagi menjadi 3 part yaitu part A, B ,dan C. Test part A adalah mendengarkan short conversation, yang kemudian setelah percakapan berakhir akan ada pertanyaan. Kunci part A ini adalah kita harus benar-benar berkonsentrasi dalam mendengarkan percakapan yang ada, terutama adalah kalimat terakhir pada percakapan karena biasanya yang ditanyakan adalah kesimpulan atau maksud dari kalimat kedua.

Listening part B, part B (long conversation) memiliki percakapan yang lebih panjang dari part A, kita harus mengetahui makna atau tema dari percakapan yang kita dengarkan, pada saat narrator sedang melakukan percakapan kita dapat memulai untuk membaca jawaban yang tersedia, pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan tema percakapan jangan lupa apabila terdapat tanggal, nama orang, atau nama tempat yang ada pada percakapan harus benar-benar diingat bila perlu buat catatan kecil.

Terakhir Listening Part C (Talks) dimana pada part ini narrator seolah-olah sedang menyampaikan suatu berita panjang, oleh karena itu harus benar-benar mendengarkan secara seksama inti dari berita tersebut, termasukjuga kalimat ini dari beritanya. Ketika mendengar pertanyaan pilihlah jawaban yang paling memungkinkan pada test book yang ada.


2. Structure and Written Expression
Ada dua part pada bagian ini yaitu part A untuk Structure dan part B untuk Written Expression. Strategi untuk part A dan B intinya kita harus mengetahui grammar dengan baik. Pertama, pada part A baca dengan seksama soal yang ada kemudian cocokkan jawaban yang ada dengan soal. Lakukan pecocokkan sampai mendapatkan jawaban yang benar. Tetapi sebelum melakukan hal tersebut alangkah baiknya jika kita mengetahui formula dari kalimat yang ada. Jika kita tidak tahu juga jawaban yang benar silahkan eliminasi jawaban yang menurut anda paling tidak benar.

Kedua part B, pada part ini aka nada kalimat yang 4 kata dalam kalimat tersebut akan digaris bawahi, kita akan diminta untuk mengganti kata yang salah. Langkah yang dapat dilakukan dalam mengerjakannya adalah, pertama baca kalimat tersebut dengan seksama. Jika kita tidak dapat mengetahui artinya satu persatu kita harus mengetahui formula atau susunan dari kalimat tersebut yang benar. Jangan biarkan kita mengosongkan 1 jawaban pun baik pada part A atau part B, karena pada test ini tidak ada pengurangan dalam penilaiannya.


3. Reading Comprehension
Dalam part ini kita harus memiliki lebih banyak perbendaharaan kata, apabila vocabulary yang kita miliki terbatas setidaknya kita harus mengetahui inti dari bacaan yang ada. Selain itu kita harus pula mengetahui pula conclusion dari bacaan yang ada.

Jenis Pertanyaan
Menjawab pertanyaan bagian Reading Comprehension, dapat dipersiapkan dengan memahami berbagai jenis pertanyaan.
Berikut ini adalah berbagai tipe pertanyaan yang sering muncul di TOEFL.

1. Pertanyaan tentang Topik atau Tema
Topik utama merupakan subjek utama bacaan, tentang apa bacaan itu. Topik atau tema bisa berupa: inti isi tulisan (the text is about) atau judul tulisan (title). Topik merupakan salah satu item yang hampir bisa dipastikan keluar pada setiap tes TOEFL.
Contoh pertanyaan topik:
  1. What is the main topic of this passage? (Apa topik utama bacaan ini?)
  2. The text is mainly talking about? (Bacaan ini terutama sedang membicarakan tentang)
  3. The passage is about? (Bacaan ini mengenai.)
2. Pertanyaan tentang Gagasan Utama (Main Idea)
Main idea adalah pokok pikiran dari sebuah paragraf yang memuat keterangan, penjelasan, uraian atau pendapat dari si penulis tentang topik (pokok bahasan). Gagasan utama merupakan penjelasan untuk judul dari topik, menjelaskan dari sudut pandang si penulis. Gagasan utama merupakan penjelasan topik, maka akan lebih panjang dan berupa kalimat lengkap.
Contoh gagasan utama (main idea):
  1. What is the main idea of this passage? (Apa gagasan utama bacaan ini?)
  2. What is the text talking about? (Teks ini menceritakan apa?)
  3. The main idea of this passage is… (Gagasan utama daripada bacaan ini adalah…)
  4. What’s the author main idea of paragraph 2? (Apa ide utama paragraf 2 menurut pengarang?)
3. Pertanyaan tentang Judul (Title)
Untuk menjawab pertanyaan jenis ini, bacalah paragraf satu, atau beberapa paragraf awal. Judul biasanya berupa kata, frasa, atau kalimat sangat pendek.
Contoh pertanyaan judul:
  1. What is the best title of the passage? (Apa judul yang paling tepat/terbaik untuk bacaan ini?)
  2. What will be the most suitable title for the passage? (Apa judul yang paling tepat/sesuai untuk bacaan ini?)
4. Pertanyaan tentang Tujuan (Purpose, Aim)
Tujuan merupakan alasan utama menulis bacaan itu. Tujuan ini dapat ditemukan pada paragraf pertama atau kedua. Biasanya berhubungan erat dengan main idea.
Contoh pertanyaan main idea:
  1. What is the purpose of the text? (Apa tujuan/maksud bacaan ini?)
  2. What is the aim of the passage? (Apa tujuan bacaan ini?)
5. Pertanyaan tentang Informasi Detail (Detailed Information)
Salah satu bagian penting dalam Reading Comprehension adalah menjawab tentang detail. Pertanyaan ini menanyakan fakta-fakta yang terdapat dalam bacaan mengenai: Who, What, Where, When, How.
Sebagian besar pertanyaan pada bagian pemahaman bacaan termasuk dalam kategori tipe pertanyaan detail. Tipe pertanyaan ini bertanya mengenai sebagian kecil dari bacaan, bukan bacaan secara menyeluruh dan sekaligus bertanya mengenai informasi tersurat yang diungkapkan dalam bacaan.
Bentuk-bentuk berikut dapat digunakan untuk mengawali pertanyaan detail.
  1. According to the passage… (Menurut bagian itu…)
  2. It is indicated that… (Hal ini menunjukkan bahwa …)
  3. It is stated… (Hal ini dinyatakan …)
  4. All of the following are mentioned EXCEPT… (Semua yang disebutkan berikut KECUALI…)
  5. Which of the following is NOT supported by… (Mana dari berikut ini TIDAK didukung oleh…)
  6. The passage states that… (Bagian ini menyatakan bahwa …)
  7. The author states that… (Penulis menyatakan …)
  8. What does the author say about… (Apa penulis katakan tentang…)
6. Pertanyaan temang Simpulan (Conclusion)
Conclusion merupakan rangkuman dari bacaan. Simpulan terletak pada bagian akhir bacaan.
Contoh pertanyaan simpulan:
  1. It can be concluded that… (Dapat disimpulkan bahwa…)
  2. What is the conclusion ofthis text? (Apa simpulan dari bacaan ini?)
  3. We can conclude that… (Kita dapat menyimpulkan bahwa …)
  4. It can be inferred that (Dapat disimpulkan bahwa…)
  5. What can be inferred from the passage? (Apa yang bisa disimpulkan dari bacaan itu?)
  6. It can be inferred from the passage that… (Dapat disimpulkan dari bacaan bahwa …)
  7. The author infers that… (Penulis menyimpulkan bahwa…)
  8. What can we infer from the text? (Apa yang bisa kita simpulkan dari teks?)

7. Pertanyaan tentang Rujukan Kata (Reference)
Kata-kata pronouns seperti: he-him-his-himself, she-her-hers-herself, dan sebagainya, digunakan oleh penulis untuk mengganti kata benda yang baru saja disebutkan sehingga tidak harus mengganti dengan kata benda yang sama. Penulis cukup menggunakan reference.
Kata acuan seringkali, tetapi tidak selalu, berupa pronomina atau pronouns. Kata ini dapat mengacu pada satu nomina (noun) atau satu frasa nomina (noun phrase) yang tersusun dari beberapa kata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar