Selasa, 14 April 2020

Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Umum


Pengertian Bank Perkreditan Rakyat

Bank Perkreditan Rakyat yang biasa disingkat dengan BPR adalah salah satu jenis bank yang dikenal melayani golongan pengusaha mikro, kecil dan menengah dengan lokasi yang pada umumnya dekat dengan tempat masyarakat yang membutuhkan. (BI)

BPR adalah lembaga keuangan bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu dan menyalurkan dana sebagai usaha BPR. BPR sudah ada sejak jaman sebelum kemerdekaan yang dikenal dengan sebutan Lumbung Desa, bank Desa, Bank Tani dan Bank Dagang Desa atau Bank Pasar.
BPR adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau dalam bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Bank umum adalah bank yang mengerjakan usaha konvensional yang berlandaskan prinsip syariah dalam kegiatan pemberian jasa lalu lintas pembayaran serta usaha penghimpunan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, tabungan berjangka, tabungan deposito, sertifikat deposito, tabungan biasa, dan lain sebagainya. Contoh bank umum yang ada di Indonesia antara lain Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Bukopin, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank BCA.

Perbedaan bank umum dan BPR terletak pada produk (jenis simpanan), jasa, lalu lintas giral, kredit, dan jangkauannya

1. Perbedaan Fasilitas Jasa Transaksi Keuangan Perbedaan bank umum dan BPR yang paling mudah ditemukan adalah ada tidaknya fasilitas jasa lalu lintas transaksi keuangan. Bank umum memfasilitasi jasa lalu lintas pembayaran seperti kliring, inkaso, valuta asing, dan transfer sedangkan BPR tidak menyediakan fasilitas tersebut.

2. Perbedaan Jenis Simpanan Selain dari ada tidaknya fasilitas jasa lalu lintas pembayaran, perbedaan bank umum dan BPR juga terletak pada jenis simpanan yang disediakan. Bank umum diberi kewenangan untuk menghimpun dana masyarakat melalui giro, tabungan, dan deposito, sementara bank BPR hanya diberi kewenangan untuk menerima deposito saja.

3. Perbedaan Lalu lintas Giral Fasilitas lalu lintas giral antara bank umum dan BPR juga berbeda. Lalu lintas giral yang dilakukan oleh bank umum di antaranya adalah cek dan bilyet giro, sementara bank BPR tidak memiliki fasilitas lalu lintas giral ini.

4. Perbedaan Kredit Perbedaan bank umum dan bank BPR juga terletak pada proses penyaluran kredit. Bank umum dapat menyalurkan kredit dalam bentuk investasi, modal kerja, maupun untuk ranah konsumtif, sementara bank BPR memiliki keterbatasan dalam proses penyaluran kredit.
 
5. Perbedaan Jangkauan Jangkauan bank umum dan bank BPR juga berbeda. Perbedaan keduanya sangat tampak karena bank umum memiliki jangkauan yang lebih luas yakni tingkat nasional hingga internasional, sementara bank BPR hanya memiliki jangkauan di tingkat lokal atau daerah. 






Sumber:

PENGENALAN BANK

Pengertian Bank Menurut Wikipedia :

Bank (pengucapan bahasa Indonesia: [bang]) adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang.

Pengertian Bank Menurut KBBI

Pengertian bank menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah badan usaha di bidang keuangan yang menarik dan mengeluarkan uang dalam masyakarat, terutama memberikan kredit dan jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang.

Pengertian Bank Menurut Para Ahli

Agar lebih mengerti apa definisi Bank, maka kita dapat merujuk pada pendapat beberapa ahli. Berikut ini adalah definisi Bank menurut para ahli:

1. Dr. B.N. Ajuha
Menurut Dr. B.N. Ajuha, pengertian Bank adalah tempat untuk menyalurkan modal dari masyarakat yang tidak dapat menggunakan uang tersebut secara menguntungkan kepada pihak yang dapat membuat uang tersebut lebih produktif untuk memberikan keuntungan pada masyarakat.

2. Pierson
Menurut Pierson, pengertian Bank adalah badan usaha yang menerima kredit namun tidak memberikan kredit. Dalam hal ini, operasional Bank hanya bersifat pasif saja, hanya menerima titipan uang saja.

3. Jerry M. Rosenberg
Menurut Jerry M. Rosenberg, definisi bank adalah suatu organisasi atau perusahaan yang melakukan penerimaan deposito dan giro yang memiliki jangka waktu, membayar bunga, memberikan pinjaman, membuat catatan diskon, melakukan investasi dalam pemerintahan atau pada surat berharga lainnya.

4. GM. Verryn Stuart
Menurut GM. Verryn Stuart, pengertian bank adalah suatu badan usaha bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kredit, baik dengan menggunakan alat pembayaran sendiri atau dengan uang yang diperoleh dari orang lain, serta mengedarkan alat penukaran baru berupa uang.

5. T. Gilarso
Menurut T. Gilarso, pengertian bank adalah suatu lembaga keuangan dimana usaha pokoknya adalah menghimpun dana, memberikan kredit atau pinjaman dan jasa lainnya dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang.

6. UU RI No. 10 Tahun 1998
Menurut Undang-undang RI nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang Perbankan (pasal 1 ayat 2), definisi Bank adalah sebuah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lain dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup orang banyak.

7. PSAK No. 31
Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 31, pengertian Bank adalah suatu lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana dan pihak-pihak yang memerlukan dana, serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran.



SUMBER:
 
https://id.wikipedia.org/wiki/Bank
https://www.maxmanroe.com/vid/finansial/pengertian-bank.html  
https://kbbi.web.id/bank

Sabtu, 11 April 2020

STRATEGI LISTENING DALAM MENGERJAKAN TOEFL


1. Listening
 
Terbagi menjadi 3 part yaitu part A, B ,dan C. Test part A adalah mendengarkan short conversation, yang kemudian setelah percakapan berakhir akan ada pertanyaan. Kunci part A ini adalah kita harus benar-benar berkonsentrasi dalam mendengarkan percakapan yang ada, terutama adalah kalimat terakhir pada percakapan karena biasanya yang ditanyakan adalah kesimpulan atau maksud dari kalimat kedua.

Listening part B, part B (long conversation) memiliki percakapan yang lebih panjang dari part A, kita harus mengetahui makna atau tema dari percakapan yang kita dengarkan, pada saat narrator sedang melakukan percakapan kita dapat memulai untuk membaca jawaban yang tersedia, pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan tema percakapan jangan lupa apabila terdapat tanggal, nama orang, atau nama tempat yang ada pada percakapan harus benar-benar diingat bila perlu buat catatan kecil.

Terakhir Listening Part C (Talks) dimana pada part ini narrator seolah-olah sedang menyampaikan suatu berita panjang, oleh karena itu harus benar-benar mendengarkan secara seksama inti dari berita tersebut, termasukjuga kalimat ini dari beritanya. Ketika mendengar pertanyaan pilihlah jawaban yang paling memungkinkan pada test book yang ada.


2. Structure and Written Expression
Ada dua part pada bagian ini yaitu part A untuk Structure dan part B untuk Written Expression. Strategi untuk part A dan B intinya kita harus mengetahui grammar dengan baik. Pertama, pada part A baca dengan seksama soal yang ada kemudian cocokkan jawaban yang ada dengan soal. Lakukan pecocokkan sampai mendapatkan jawaban yang benar. Tetapi sebelum melakukan hal tersebut alangkah baiknya jika kita mengetahui formula dari kalimat yang ada. Jika kita tidak tahu juga jawaban yang benar silahkan eliminasi jawaban yang menurut anda paling tidak benar.

Kedua part B, pada part ini aka nada kalimat yang 4 kata dalam kalimat tersebut akan digaris bawahi, kita akan diminta untuk mengganti kata yang salah. Langkah yang dapat dilakukan dalam mengerjakannya adalah, pertama baca kalimat tersebut dengan seksama. Jika kita tidak dapat mengetahui artinya satu persatu kita harus mengetahui formula atau susunan dari kalimat tersebut yang benar. Jangan biarkan kita mengosongkan 1 jawaban pun baik pada part A atau part B, karena pada test ini tidak ada pengurangan dalam penilaiannya.


3. Reading Comprehension
Dalam part ini kita harus memiliki lebih banyak perbendaharaan kata, apabila vocabulary yang kita miliki terbatas setidaknya kita harus mengetahui inti dari bacaan yang ada. Selain itu kita harus pula mengetahui pula conclusion dari bacaan yang ada.

Jenis Pertanyaan
Menjawab pertanyaan bagian Reading Comprehension, dapat dipersiapkan dengan memahami berbagai jenis pertanyaan.
Berikut ini adalah berbagai tipe pertanyaan yang sering muncul di TOEFL.

1. Pertanyaan tentang Topik atau Tema
Topik utama merupakan subjek utama bacaan, tentang apa bacaan itu. Topik atau tema bisa berupa: inti isi tulisan (the text is about) atau judul tulisan (title). Topik merupakan salah satu item yang hampir bisa dipastikan keluar pada setiap tes TOEFL.
Contoh pertanyaan topik:
  1. What is the main topic of this passage? (Apa topik utama bacaan ini?)
  2. The text is mainly talking about? (Bacaan ini terutama sedang membicarakan tentang)
  3. The passage is about? (Bacaan ini mengenai.)
2. Pertanyaan tentang Gagasan Utama (Main Idea)
Main idea adalah pokok pikiran dari sebuah paragraf yang memuat keterangan, penjelasan, uraian atau pendapat dari si penulis tentang topik (pokok bahasan). Gagasan utama merupakan penjelasan untuk judul dari topik, menjelaskan dari sudut pandang si penulis. Gagasan utama merupakan penjelasan topik, maka akan lebih panjang dan berupa kalimat lengkap.
Contoh gagasan utama (main idea):
  1. What is the main idea of this passage? (Apa gagasan utama bacaan ini?)
  2. What is the text talking about? (Teks ini menceritakan apa?)
  3. The main idea of this passage is… (Gagasan utama daripada bacaan ini adalah…)
  4. What’s the author main idea of paragraph 2? (Apa ide utama paragraf 2 menurut pengarang?)
3. Pertanyaan tentang Judul (Title)
Untuk menjawab pertanyaan jenis ini, bacalah paragraf satu, atau beberapa paragraf awal. Judul biasanya berupa kata, frasa, atau kalimat sangat pendek.
Contoh pertanyaan judul:
  1. What is the best title of the passage? (Apa judul yang paling tepat/terbaik untuk bacaan ini?)
  2. What will be the most suitable title for the passage? (Apa judul yang paling tepat/sesuai untuk bacaan ini?)
4. Pertanyaan tentang Tujuan (Purpose, Aim)
Tujuan merupakan alasan utama menulis bacaan itu. Tujuan ini dapat ditemukan pada paragraf pertama atau kedua. Biasanya berhubungan erat dengan main idea.
Contoh pertanyaan main idea:
  1. What is the purpose of the text? (Apa tujuan/maksud bacaan ini?)
  2. What is the aim of the passage? (Apa tujuan bacaan ini?)
5. Pertanyaan tentang Informasi Detail (Detailed Information)
Salah satu bagian penting dalam Reading Comprehension adalah menjawab tentang detail. Pertanyaan ini menanyakan fakta-fakta yang terdapat dalam bacaan mengenai: Who, What, Where, When, How.
Sebagian besar pertanyaan pada bagian pemahaman bacaan termasuk dalam kategori tipe pertanyaan detail. Tipe pertanyaan ini bertanya mengenai sebagian kecil dari bacaan, bukan bacaan secara menyeluruh dan sekaligus bertanya mengenai informasi tersurat yang diungkapkan dalam bacaan.
Bentuk-bentuk berikut dapat digunakan untuk mengawali pertanyaan detail.
  1. According to the passage… (Menurut bagian itu…)
  2. It is indicated that… (Hal ini menunjukkan bahwa …)
  3. It is stated… (Hal ini dinyatakan …)
  4. All of the following are mentioned EXCEPT… (Semua yang disebutkan berikut KECUALI…)
  5. Which of the following is NOT supported by… (Mana dari berikut ini TIDAK didukung oleh…)
  6. The passage states that… (Bagian ini menyatakan bahwa …)
  7. The author states that… (Penulis menyatakan …)
  8. What does the author say about… (Apa penulis katakan tentang…)
6. Pertanyaan temang Simpulan (Conclusion)
Conclusion merupakan rangkuman dari bacaan. Simpulan terletak pada bagian akhir bacaan.
Contoh pertanyaan simpulan:
  1. It can be concluded that… (Dapat disimpulkan bahwa…)
  2. What is the conclusion ofthis text? (Apa simpulan dari bacaan ini?)
  3. We can conclude that… (Kita dapat menyimpulkan bahwa …)
  4. It can be inferred that (Dapat disimpulkan bahwa…)
  5. What can be inferred from the passage? (Apa yang bisa disimpulkan dari bacaan itu?)
  6. It can be inferred from the passage that… (Dapat disimpulkan dari bacaan bahwa …)
  7. The author infers that… (Penulis menyimpulkan bahwa…)
  8. What can we infer from the text? (Apa yang bisa kita simpulkan dari teks?)

7. Pertanyaan tentang Rujukan Kata (Reference)
Kata-kata pronouns seperti: he-him-his-himself, she-her-hers-herself, dan sebagainya, digunakan oleh penulis untuk mengganti kata benda yang baru saja disebutkan sehingga tidak harus mengganti dengan kata benda yang sama. Penulis cukup menggunakan reference.
Kata acuan seringkali, tetapi tidak selalu, berupa pronomina atau pronouns. Kata ini dapat mengacu pada satu nomina (noun) atau satu frasa nomina (noun phrase) yang tersusun dari beberapa kata.