Sabtu, 11 April 2020

STRATEGI LISTENING DALAM MENGERJAKAN TOEFL


1. Listening
 
Terbagi menjadi 3 part yaitu part A, B ,dan C. Test part A adalah mendengarkan short conversation, yang kemudian setelah percakapan berakhir akan ada pertanyaan. Kunci part A ini adalah kita harus benar-benar berkonsentrasi dalam mendengarkan percakapan yang ada, terutama adalah kalimat terakhir pada percakapan karena biasanya yang ditanyakan adalah kesimpulan atau maksud dari kalimat kedua.

Listening part B, part B (long conversation) memiliki percakapan yang lebih panjang dari part A, kita harus mengetahui makna atau tema dari percakapan yang kita dengarkan, pada saat narrator sedang melakukan percakapan kita dapat memulai untuk membaca jawaban yang tersedia, pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan tema percakapan jangan lupa apabila terdapat tanggal, nama orang, atau nama tempat yang ada pada percakapan harus benar-benar diingat bila perlu buat catatan kecil.

Terakhir Listening Part C (Talks) dimana pada part ini narrator seolah-olah sedang menyampaikan suatu berita panjang, oleh karena itu harus benar-benar mendengarkan secara seksama inti dari berita tersebut, termasukjuga kalimat ini dari beritanya. Ketika mendengar pertanyaan pilihlah jawaban yang paling memungkinkan pada test book yang ada.


2. Structure and Written Expression
Ada dua part pada bagian ini yaitu part A untuk Structure dan part B untuk Written Expression. Strategi untuk part A dan B intinya kita harus mengetahui grammar dengan baik. Pertama, pada part A baca dengan seksama soal yang ada kemudian cocokkan jawaban yang ada dengan soal. Lakukan pecocokkan sampai mendapatkan jawaban yang benar. Tetapi sebelum melakukan hal tersebut alangkah baiknya jika kita mengetahui formula dari kalimat yang ada. Jika kita tidak tahu juga jawaban yang benar silahkan eliminasi jawaban yang menurut anda paling tidak benar.

Kedua part B, pada part ini aka nada kalimat yang 4 kata dalam kalimat tersebut akan digaris bawahi, kita akan diminta untuk mengganti kata yang salah. Langkah yang dapat dilakukan dalam mengerjakannya adalah, pertama baca kalimat tersebut dengan seksama. Jika kita tidak dapat mengetahui artinya satu persatu kita harus mengetahui formula atau susunan dari kalimat tersebut yang benar. Jangan biarkan kita mengosongkan 1 jawaban pun baik pada part A atau part B, karena pada test ini tidak ada pengurangan dalam penilaiannya.


3. Reading Comprehension
Dalam part ini kita harus memiliki lebih banyak perbendaharaan kata, apabila vocabulary yang kita miliki terbatas setidaknya kita harus mengetahui inti dari bacaan yang ada. Selain itu kita harus pula mengetahui pula conclusion dari bacaan yang ada.

Jenis Pertanyaan
Menjawab pertanyaan bagian Reading Comprehension, dapat dipersiapkan dengan memahami berbagai jenis pertanyaan.
Berikut ini adalah berbagai tipe pertanyaan yang sering muncul di TOEFL.

1. Pertanyaan tentang Topik atau Tema
Topik utama merupakan subjek utama bacaan, tentang apa bacaan itu. Topik atau tema bisa berupa: inti isi tulisan (the text is about) atau judul tulisan (title). Topik merupakan salah satu item yang hampir bisa dipastikan keluar pada setiap tes TOEFL.
Contoh pertanyaan topik:
  1. What is the main topic of this passage? (Apa topik utama bacaan ini?)
  2. The text is mainly talking about? (Bacaan ini terutama sedang membicarakan tentang)
  3. The passage is about? (Bacaan ini mengenai.)
2. Pertanyaan tentang Gagasan Utama (Main Idea)
Main idea adalah pokok pikiran dari sebuah paragraf yang memuat keterangan, penjelasan, uraian atau pendapat dari si penulis tentang topik (pokok bahasan). Gagasan utama merupakan penjelasan untuk judul dari topik, menjelaskan dari sudut pandang si penulis. Gagasan utama merupakan penjelasan topik, maka akan lebih panjang dan berupa kalimat lengkap.
Contoh gagasan utama (main idea):
  1. What is the main idea of this passage? (Apa gagasan utama bacaan ini?)
  2. What is the text talking about? (Teks ini menceritakan apa?)
  3. The main idea of this passage is… (Gagasan utama daripada bacaan ini adalah…)
  4. What’s the author main idea of paragraph 2? (Apa ide utama paragraf 2 menurut pengarang?)
3. Pertanyaan tentang Judul (Title)
Untuk menjawab pertanyaan jenis ini, bacalah paragraf satu, atau beberapa paragraf awal. Judul biasanya berupa kata, frasa, atau kalimat sangat pendek.
Contoh pertanyaan judul:
  1. What is the best title of the passage? (Apa judul yang paling tepat/terbaik untuk bacaan ini?)
  2. What will be the most suitable title for the passage? (Apa judul yang paling tepat/sesuai untuk bacaan ini?)
4. Pertanyaan tentang Tujuan (Purpose, Aim)
Tujuan merupakan alasan utama menulis bacaan itu. Tujuan ini dapat ditemukan pada paragraf pertama atau kedua. Biasanya berhubungan erat dengan main idea.
Contoh pertanyaan main idea:
  1. What is the purpose of the text? (Apa tujuan/maksud bacaan ini?)
  2. What is the aim of the passage? (Apa tujuan bacaan ini?)
5. Pertanyaan tentang Informasi Detail (Detailed Information)
Salah satu bagian penting dalam Reading Comprehension adalah menjawab tentang detail. Pertanyaan ini menanyakan fakta-fakta yang terdapat dalam bacaan mengenai: Who, What, Where, When, How.
Sebagian besar pertanyaan pada bagian pemahaman bacaan termasuk dalam kategori tipe pertanyaan detail. Tipe pertanyaan ini bertanya mengenai sebagian kecil dari bacaan, bukan bacaan secara menyeluruh dan sekaligus bertanya mengenai informasi tersurat yang diungkapkan dalam bacaan.
Bentuk-bentuk berikut dapat digunakan untuk mengawali pertanyaan detail.
  1. According to the passage… (Menurut bagian itu…)
  2. It is indicated that… (Hal ini menunjukkan bahwa …)
  3. It is stated… (Hal ini dinyatakan …)
  4. All of the following are mentioned EXCEPT… (Semua yang disebutkan berikut KECUALI…)
  5. Which of the following is NOT supported by… (Mana dari berikut ini TIDAK didukung oleh…)
  6. The passage states that… (Bagian ini menyatakan bahwa …)
  7. The author states that… (Penulis menyatakan …)
  8. What does the author say about… (Apa penulis katakan tentang…)
6. Pertanyaan temang Simpulan (Conclusion)
Conclusion merupakan rangkuman dari bacaan. Simpulan terletak pada bagian akhir bacaan.
Contoh pertanyaan simpulan:
  1. It can be concluded that… (Dapat disimpulkan bahwa…)
  2. What is the conclusion ofthis text? (Apa simpulan dari bacaan ini?)
  3. We can conclude that… (Kita dapat menyimpulkan bahwa …)
  4. It can be inferred that (Dapat disimpulkan bahwa…)
  5. What can be inferred from the passage? (Apa yang bisa disimpulkan dari bacaan itu?)
  6. It can be inferred from the passage that… (Dapat disimpulkan dari bacaan bahwa …)
  7. The author infers that… (Penulis menyimpulkan bahwa…)
  8. What can we infer from the text? (Apa yang bisa kita simpulkan dari teks?)

7. Pertanyaan tentang Rujukan Kata (Reference)
Kata-kata pronouns seperti: he-him-his-himself, she-her-hers-herself, dan sebagainya, digunakan oleh penulis untuk mengganti kata benda yang baru saja disebutkan sehingga tidak harus mengganti dengan kata benda yang sama. Penulis cukup menggunakan reference.
Kata acuan seringkali, tetapi tidak selalu, berupa pronomina atau pronouns. Kata ini dapat mengacu pada satu nomina (noun) atau satu frasa nomina (noun phrase) yang tersusun dari beberapa kata.

Kamis, 29 November 2018

TEKNOLOGI VIDEO MAPING


TEKNOLOGI VIDEO MAPPING


DISUSUN OLEH:
MUHAMMAD NICO FARHAN
15116000 / 3KA05

DOSEN:
EEL SUSILOWATI


UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI
2018/2019

ABSTRAKSI
Video mapping merupakan sebuah teknik yang menggunakan pencahayaan dan proyeksi sehingga dapat menciptakan ilusi optis pada objek - objek. Objek – objek tersebut secara visual akan berubah dari bentuk biasanya menjadi bentuk baru yang berbeda dan sangat fantastis. Perubahan visual tersebut terjadi dari sebuah proyeksi yang menampilkan grafis video digital kepada suatu objek, benda, atau bidang.
Video Mapping sebagai metode baru yang menarik adalah bagian dari evolusi seni visual. Sebagai manifestasi pencitraan seni visual dan teknologi. Para seniman dapat mewujudkan ide yang mereka desain kedalam materi 3D apapun di dalam bentukan arsitektur.Video Mapping menggabungkan pemetaan film dan video sebagai strategi pertunjukkan. Disatukan dengan perjalanan visual-narasi kita dapat mempromosikan kepekaan lokal & global dari identitas sebuah tempat, orang, dan sejarahnya.


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG MASALAH

Pada dasarnya, manusia merupakan makhluk hidup yang tidak pernah puas. Mereka akan terus menuntut lebih dari apa yang sudah ada sebelumnya. Hal ini termasuk dalam segala hal baik sesuatu yang memang bersifat primer sampai sekunder bahkan tersier. Berarti mencakup makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, teknologi, hiburan, sampai informasi. Oleh karena itu dibutuhkan kekreatifan oleh para produsen untuk terus menciptakan inovasi – inovasi baru yang akan memberikan kepuasaan kepada konsumen. Menciptakan produk dan jasa yang inovatif tidaklah cukup jika hanya akhirnya hanya diinformasikan melalui cara-cara yang konvensional seperti mengiklankannya di televisimedia cetakradio, dan billboard. Seharusnya para produsen juga berpikir lebih maju dengan menggunakan media-media yang lebih interaktif, yaitu dengan menggunakan internetkatalog, dan media – media lain yang belum sering dilihat oleh konsumen, sehingga ketika melihat barang atau jasa tersebut diinformasikan dengan cara yang berbeda tentunya akan lebih berkesan dan tentunya akan memberikan efek awareness yang lebih dibandingkan dengan cara penginformasian yang biasa. Sebagai salah satu akibat dari perkembangan teknologi komunikasi, sekitar 3 tahun yang lalu di Eropa, teknologi video mapping ini terus dikembangkan mulai dari cara instalasi sampai pengaplikasiannya. Tidak lagi hanya untuk memberikan pengalaman di lapangan yang sudah dipetakan, namun konsep ini juga digunakan sebagai cara baru memberikan informasi yang interaktif. Hasilnya, jangkauan dari aplikasi pasar ini meluas. Video mapping sangat berfungsi dengan baik apabila diaplikasikan dalam bidang pemasaran. Para produsen barang dan jasa, maupun lembaga – lembaga sudah mulai menggunakan video mapping untuk menampilkan atau menonjolkan pesan yang ingin disampaikan. Video mapping merupakan media alternatif dari media promosi luar ruang. Video mapping merupakan tontonan yang menarik dan sangat menghibur karena dapat menghadirkan gambar yang tidak statis dan tampak lebih nyata sehingga akan lebih memberikan kesan dan pesan pun akan lebih menempel pada ingatan khalayak sasaran. Selain itu, video mapping juga sangat memungkinkan untuk digabungkan dengan beberapa bidang seni lainnya, misalnya musikteatertarifotografi, seni jalanan, dan lain lain. Beberapa kali telah diadakan pagelaran dan festival seni yang menjadikan video mapping sebagai salah satu dalam bagian acara – acara tersebut, baik sebagai acara utama maupun acara pendukung. Video mapping juga bisa dilakukan TV shows, konser musik, dan pada beberapa venue, seperti klub malam, bar, pub, dan restaurant

1.2  RUANG LINGKUP
Makalah ini membahas tentang penggunaan teknologi Video Mapping.

1.3  TUJUAN PENULISAN
Penulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang Video Mapping.

1.4  METODE PENELITIAN
Makalah ini penulis menggunakan studi pustaka dengan cara mencari data melalui internet.

1.5  SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan yang akan disusun oleh penulis terdiri dari:
BAB I: PENDAHULUAN
Pada bab ini akan dibahas latar belakang yang mendasari penulisan ini, ruang lingkup, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan.
BAB II: PEMBAHASAN
Pada bab ini akan dibahas tentang Kecerdasan Buatan pada game, penjelasan game Dota2, dan penggunaan teknologi Kecerdasan Buatan pada game Dota2.
BAB III: KESIMPULAN
Pada bab ini berisi kesimpulan dari makalah ini.


BAB 2
PEMBAHASAN

Video mapping merupakan sebuah teknik yang menggunakan pencahayaan dan proyeksi sehingga dapat menciptakan ilusi optis pada objek - objek. Objek – objek tersebut secara visual akan berubah dari bentuk biasanya menjadi bentuk baru yang berbeda dan sangat fantastis. Perubahan visual tersebut terjadi dari sebuah proyeksi yang menampilkan grafis video digital kepada suatu objek, benda, atau bidang.
Video Mapping sebagai metode baru yang menarik adalah bagian dari evolusi seni visual. Sebagai manifestasi pencitraan seni visual dan teknologi. Para seniman dapat mewujudkan ide yang mereka desain kedalam materi 3D apapun di dalam bentukan arsitektur.Video Mapping menggabungkan pemetaan film dan video sebagai strategi pertunjukkan. Disatukan dengan perjalanan visual-narasi kita dapat mempromosikan kepekaan lokal & global dari identitas sebuah tempat, orang, dan sejarahnya.
Biasanya proyeksi – proyeksi tersebut merupakan manipulasi bentuk-bentuk yang sebelumnya telah dibuat dengan menggunakan perangkat lunak / software 2 dimensi atau 3 dimensi. Selain dibuat menggunakan perangkat lunak tersebut, hasil proyeksi juga bisa berasal dari video shooting atau footage yang sudah dibuat secara khusus sebelumnya. Jadi bisa dibilang video mapping merupakan sebuah seni instalasi yang menggabungkan perangkat lunak dan perangkat keras.
Prinsip teknologi di balik video mapping sangatlah sederhana. Beberapa proyektor video yang dikontrol oleh komputer digunakan untuk memproyeksikan gambar atau video kepada sebuah permukaan yang diinginkan. Dari permukaan yang akan diproyeksikan tersebut akan terdeteksi beberapa titik dan kemudian akan dipetakan kedalam komputer. Untuk menciptakan permukaan tersebut menjadi interaktif, pemetaan ini selanjutnya bisa dijadikan berlapis - lapis dengan konten video, gambar tetap, live video feeds, logobranding, dan lain – lain. Dengan manipulasi proyeksi tersebut, cara pandang kita terhadap objek, benda, atau bidang tersebut akan berubah.
Video mapping memiliki satu persyaratan dasar yang tidak boleh dilanggar, yaitu kegelapan total baik di objek, benda, atau bidang yang akan disorot maupun lingkungan disekitar objek, benda, atau bidang tersebut. Dengan memenuhi syarat dasar tersebut, ukuran, bentuk, diam atau bergerak objek, benda, atau bidang yang akan diproyeksikan tidak menjadi masalah.
Untuk merealisasikan teknologi Video Mapping ini, dapat menggunakan Software After Effect, yang berguna untuk membuat Efek tekstur pada gambar. Dan dipadukan dengan Video Mapping Loops. Gunakan juga stencil Luma Effect dan Special VJ Software yang ada pada After Effect. Terdapat juga VJ Software seperti : Resolume, Arkaos, Madmapper, Vusition.

Metode yang dihasilkan pasti menarik dinikmati dalam seni visual. bisa diproyeksikan pada bidang yang unik  seperti gedung, kendaraan dan lantai, Proses pencarian target proyeksi selalu dimulai dengan mengidentifikasi lokasi yang sesuai untuk bertindak sebagai kanvas untuk Pemetaan Proyeksi 3D. Bisa jadi bangunan bersejarah, struktur sementara atau patung, atau permukaan besar apa pun. Pemetaan proyeksi berfungsi paling baik pada malam hari atau di lingkungan rendah cahaya. Demikian juga, ini berfungsi paling baik ketika permukaan yang diproyeksikan berwarna terang atau putih sehingga gambar yang diproyeksikan menonjol dengan terang terhadap latar belakangnya. Yang terbaik adalah paduan warna dasar dengan warna-warna yang beragam dan kontras.
Contoh Video Mapping saat sebuah bangunan tiba-tiba runtuh dan menghilang. Bangunan besar menjadi kanvas hidup. Teknik Video Mapping diproyeksikan ke detail fasad bangunan yang digunakan untuk membuat instalasi video berkualitas tinggi dan ilusi 3D. Dalam cara yang inovatif, objek tidak hanya digunakan sebagai 'layar baru' tapi juga menjadi 'aktor', mempunyai koneksi ke cerita yang diidentifikasi di dalam film.




BAB 3
KESIMPULAN
Jadi, Video Mapping merupakan salah satu teknologi yang digunakan untuk memproyeksikan suatu gambar bergerak pada sebuah objek. Tujuan utama dari video mapping adalah membuat sebuah objek agar terlihat seperti objek yang berbeda. Penggunaan video mapping juga sebagai satu cara berkreasi dengan mengunakan teknologi yang dapat menarik perhatian banyak orang.
Seni Teknologi ini menggunakan pencahayaan serta proyeksi yang dapat menghasilkan ilusi optik pada obyek yang secara visual akan berubah dari bentuk baru yang sangat fantastis dan berbeda. Bentuknya bisa berupa materi 3D ataupun Arsitektur.

REFERENSI


Rabu, 09 Mei 2018

MAKALAH PENJADWALAN PROSES

Penjadwalan Proses


Disusun Oleh:
Dhea Aulia Andini (11116920)
Dandy Damario H (11116688)
Ida Bagus Bayuna R (13116366)
Mochammad Ichsan S (14116463)
Muhammad Nico F (15116000)
Wing Aji Pradipta (17116679)

Sistem Informasi
Universitas Gunadarma
Tahun Ajaran 2017/2018

Kata Pengantar


Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunia nya baik berupa kesehatan maupun kesempatan sehingga penyusunan makalah ini dapat terselesaikan sebagaimana mestinya.
Makalah dengan judul “Penjadwalan Proses” merupakan tugas yang diberikan oleh Dosen Mata Kuliah Sistem Operasi. Mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan dalam makalah ini.

BAB I
Pendahuluan

Latar belakang

Sistem operasi merupakan perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan perangkat lunak aplikasi seperti program-program pengolah kata dan peramban web. Secara umum, sistem operasi adalah perangkat lunak pada lapisan pertama yang ditempatkan pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan (proses booting).Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah sistem operasi berjalan, dan sistem operasi akan melakukan layanan inti untuk software-software tersebut. Layanan inti tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, penjadwalan tugas, dan antarmuka user GUI/CLI sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh sistem operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan “kernel” suatu sistem operasi.

BAB II
Pembahasan

Pengertian dan Sasaran Penjadwalan Proses

Penjadwalan proses merupakan kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme dalam sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan oleh sistem komputer.

Penjadwalan proses bertugas untuk memutuskan:
1. Proses apa yang harus berjalan.
2. Kapan dan berapa lama proses tersebut berjalan

Adapun kriteria untuk mengukur dan optimasi kinerja penjadwalan proses:
1. Adil (fairness)
Adalah proses-proses diperlakukan semua sama, yaitu mendapat jatah waktu pemroses yang sama dan tidak ada proses yang tidak mendapatkan layanan pemroses sehingga mengalami kekurangan waktu.
2. Efisiensi (eficiency)
Efisiensi atau utilisasi pemroses dihitung dengan perbandingan (rasio) waktu sibuk pemroses.
3. Waktu tanggap (response time)

Terdapat 3 jenis waktu tanggap:
a) Sistem interaktif
Didefinisikan sebagai waktu yang dihabiskan dari saat karakter terakhir dari perintah dimasukkan atau transaksi sampai hasil pertama muncul di layar. Waktu tanggap ini disebut terminal response time.
b) Sistem waktu nyata
Didefinisikan sebagai waktu dari saat kejadian (internal atau eksternal) sampai instruksi pertama rutin layanan yang dimaksud dieksekusi, disebut event response time.
c) Turnaround time
Didefinisikan sebagai waktu yang dihabiskan dari saat program atau mulai masuk ke sistem sampai proses diselesaikan oleh sistem. Waktu yang dimaksud adalah waktu yang dihabiskan di dalam sistem, diekspresikan sebagai penjumlah waktu eksekusi (waktu pelayanan job) dan waktu menunggu:
Turn arround time = waktu eksekusi + waktu menunggu.
d) Throughput
Didefinisikan sebagai jumlah kerja yang dapat diselesaikan dalam satu unit waktu. Cara untuk mengekspresikan throughput adalah dengan jumlah job pemakai yang dapat dieksekusi dalam satu unit/interval waktu.
Kriteria-kriteria tersebut saling bergantung dan dapat pula saling bertentangan sehingga tidak dimungkinkan optimasi semua kriteria secara simultan.
Contohnya untuk memberi waktu tanggap kecil memerlukan penjadwalan yang sering beralih ke antara proses-proses itu. Cara ini meningkatkan overhead sistem dan mengurangi throughput.
Oleh karena itu dalam menentukan kebijaksanaan perancangan penjadwalan sebaiknya melibatkan kompromi diantara kebutuhan-kebutuhan yang saling bertentangan. Kompromi ini bergantung sifat dan penggunaan sistem komputer.

Sasaran penjadwalan berdasarkan kriteria-kriteria optimasi tersebut:
1. Menjamin tiap proses mendapat pelayanan dari pemroses yang adil.
2. Menjaga agar pemroses tetap dalam keadaan sibuk sehingga efisiensi mencapai maksimum. Pengertian sibuk adalah pemroses tidak menganggur, termasuk waktu yang dihabiskan untuk mengeksekusi program pemakai dan sistem operasi.
3. Meminimalkan waktu tanggap.
4. Meminimalkan turn arround time.
5. Memaksimalkan jumlah job yang diproses persatu interval waktu. Lebih besar angka throughput, lebih banyak kerja yang dilakukan sistem.

Tipe Penjadwalan Proses

Terdapat 3 tipe penjadwal proses yang dilakukan secara bersama-sama pada sistem operasi yang kompleks, yaitu:

1. Penjadwal jangka pendek (short term scheduller)
Bertugas menjadwalkan alokasi pemroses di antara proses-proses ready di memori utama. Penjadwalan dijalankan setiap terjadi pengalihan proses untuk memilih proses berikutnya yang harus dijalankan.
2. Penjadwal jangka menengah (medium term scheduler)
Setelah eksekusi selama suatu waktu, proses mungkin menunda sebuah eksekusi karena membuat permintaan layanan masukan/keluaran atau memanggil suatu system call. Proses-proses tertunda tidak dapat membuat suatu kemajuan menuju selesai sampai kondisi-kondisi yang menyebabkan tertunda dihilangkan. Agar ruang memori dapat bermanfaat, maka proses dipindah dari memori utama ke memori sekunder agar tersedia ruang untuk proses-proses lain. Kapasitas memori utama terbatas untuk sejumlah proses aktif.
Aktivitas pemindahan proses yang tertunda dari memori utama ke memori sekunder disebut swapping. Proses-proses mempunyai kepentingan kecil saat itu sebagai proses yang tertunda. Tetapi, begitu kondisi yang membuatnya tertunda hilang dan proses dimasukkan kembali ke memori utama dan ready.
3. Penjadwal jangka panjang (long term scheduler)
Penjadwal ini bekerja terhadap antrian batch dan memilih batch berikutnya yang harus dieksekusi. Batch biasanya adalah proses-proses dengan penggunaan sumber daya yang intensif (yaitu waktu pemroses, memori, perangkat masukan/keluaran), program-program ini berprioritas rendah, digunakan sebagai pengisi (agar pemroses sibuk) selama periode aktivitas job-job interaktif rendah.
Sasaran penjadwalan berdasarkan tipe-tipe penjadwalan:

a) Memaksimumkan kinerja untuk memenuhi satu kumpulan kriteria yang diharapkan.
b) Mengendalikan transisi dari suspended to ready (keadaan suspend ke ready) dari proses-proses swapping.
c) Memberi keseimbangan job-job campuran.

Tipe-tipe penjadwalan proses

Strategi Penjadwalan Proses


Terdapat dua strategi penjadwalan, yaitu:
1. Penjadwalan nonpreemptive (run to completion)
Proses diberi jatah waktu oleh pemroses, maka pemroses tidak dapat diambil alih oleh proses lain sampai proses itu selesai.
2. Penjadwalan preemptive
Proses diberi jatah waktu oleh pemroses, maka pemroses dapat diambil alih proses lain, sehingga proses disela sebelum selesai dan harus dilanjutkan menunggu jatah waktu pemroses tiba kembali pada proses itu. Berguna pada sistem dimana proses-proses yang mendapat perhatian/tanggapan pemroses secara cepat, misalnya:
a) Pada sistem realtime, kehilangan interupsi (tidak layani segera) dapat berakibat fatal.
b) Pada sistem interaktif, agar dapat menjamin waktu tanggap yang memadai. Penjadwalan secara preemptive baik tetapi harus dibayar mahal. Peralihan proses memerlukan overhead (banyak tabel yang dikelola). Supaya efektif, banyak proses harus berada di memori utama sehingga proses-proses tersebut dapat segera running begitu diperlukan. Menyimpan banyak proses tak running benar-benar di memori utama merupakan suatu overhead tersendiri.

Tipe-tipe penjadwalan yang dikaitkan dengan diagram state

Algoritma-algoritma dalam Penjadwalan Proses


1. Nonpreemptive, menggunakan konsep:
a) FIFO (First In First Out) atau FCFS (First Come First Serve)
b) SJF (Shortest Job First)
c) HRN (Highest Ratio Next)
d) MFQ (Multiple Feedback Queues)
2. Preemptive, menggunakan konsep:
a) RR (Round Robin)
b) SRF (Shortest Remaining First)
c) PS (Priority Scheduling)
d) GS (Guaranteed Scheduling)

Klasifikasi lain selain berdasarkan dapat/tidaknya suatu proses diambil secara paksa adalah klasifikasi berdasarkan adanya prioritas di proses-proses, yaitu:
1. Algoritma penjadwalan tanpa berprioritas.
2. Algoritma penjadwalan berprioritas, terdiri dari:
a) Berprioritas statis
b) Berprioritas dinamis
BAB III
Kesimpulan

Dengan adanya penggunaan penjadwalan proses dalam sistem operasi, terwujud sebuah sistem operasi yang efisien, hemat daya, dan waktu dalam mengerjakan banyak pekerjaan sekaligus.

Daftar Istilah

1. Utilisasi: Rasio input yang benar-benar digunakan dengan jumlah input yang tersedia. Utilisasi tenaga kerja adalah rasio waktu kerja aktual yang dihabiskan dengan jumlah total waktu kerja yang tersedia.
2. System call: Tata cara pemanggilan di program aplikasi untuk memperoleh layanan yang disediakan oleh sistem operasi. System call berupa rutin sistem operasi untuk keperluan tertentu yang spesifik.
3. Batch: Suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok
4. Suspend: Menghentikan atau menonaktifkan sesuatu baik itu bersifat sementara (menunda) ataupun permanen.

Daftar Pustaka

http://singgih.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/1785/TOT-SistemOperasi4-6.pdf
https://techno-inmyworld.blogspot.co.id/2014/04/pengertian-penjadwalan-prosestipe-tipe.html
http://www.pintarkomputer.org/2017/03/penjadwalan-proses-sistem-operasi.html
http://manajement-info.blogspot.co.id/2011/12/bab-v-sistem-operasi-penjadwalan-proses.html