Senin, 11 Mei 2020

STRATEGI GRAMMAR (STRUCTURE) DALAM MENGERJAKAN TOEFL


STRATEGI GRAMMAR (STRUCTURE)
DALAM MENGERJAKAN TOEFL

Berbicara mengenai section Grammar Structure pada tes TOEFL, tentu saja tidak terlepas dari susunan kalimat. Susunan sebuah kalimat dalam bahasa inggris minimal harus terdiri atas Subject dan Verb. Penting untuk anda diketahui, bahwa kombinasi antara Subject + Verb merupakan bentuk paling sederhana dari clause. 

Berikut dibawah ini adalah beberapa contoh kalimat yang tersusun dari clause yang terdiri atas Subject dan Verb: 

Restu
Laughs
    S
V

Mahri
Walks
   S
V

Gagan
Swims
   S
V
Pada akhirnya anda akan mengenal bentuk susunan kalimat dengan clause yang lebih kompleks, seperti contoh dibawah ini:

Subject
Verb
Object
Compliment
Adverbial
I
lost
my wallet
with money
in the bus
They
named
their baby
Dianti
in the hospital
Kamil and I
were eating
Ramen
very spicy
at the restaurant
Contoh di atas adalah Sentence Pattern yang lengkap dengan clause yang lebih kompleks, yakni terdiri atas Subject (S), Verb (V), Object (O), Compliment (C) dan Adverbial (A) namun biasanya kalimat yang sering muncul dan lebih familiar adalah susunan kalimat dengan clause Subject +Verb + Object (SVO), contohnya I study English, She go to school, Agus eat Nasi Goreng.

Aturan pencarian verbnya sebabagi berikut:
  1. Jika terdapat 1 verb saja maka tidak ada conjungtion (kata penghubung)
  2. Jika terdapat 2 verb maka ada 1 conjungtion (ingat! conjuntion itu menghubungkan antara kalimat dan kalimat)
  3. Jika ada 3 verb maka ada 2 conjangtion, dan begitu seterusnya
  4. Aturan pencariaan ini berlaku untuk verb pada tenses, baik kalimat aktif maupun passif
Selain itu, ada beberapa hal lagi yang harus kalian perhatikan, yaitu:
  • Ingat! Selalu ingat bahwa sentence (kalimat) itu terdiri dari subject dan predikat (verb)
Contohnya: _______ was backed up for miles on the freeway
a. Yesterday
b. In the morning
c. Traffic
d. Cars

Jawabannya adalah Traffic. Karena kalimat diatas sudah terdapat verb (was backed) dan tidak ada conjungtion, sehingga berdasarkan aturan maka kita hanya membutuhkan subject. Jawaban (a) dan (b) merupakan kata keterangan, sedangkan jawaban (d) tidak sesuai dengan kalimat.

  • Hati-hati dengan present participles (V-ing)
Verb + ing akan berfungsi sebagai verb jika to be + V-ing

Contoh: The man is talking to his friends (verb)
The man talking to his friends has a bread (adjective), verb-nya adalah has

  • Hati-hati dengan past participle (V3)
V3 akan berfungsi sebagai verb jika to be + V3

Contoh: The family has purchased a television (verb)
The television purchased yesterday was expensive (adjective), verbnya adalah was

Contoh soal:

The packages ______ mailed at the post office will arrive Monday
a. Have
b. Were
c. Them
d. Just

Jawabannya adalah (d) Just. Karena jika kita telusuri kalimat dalam soal terdapat verb (will arrive) dan tidak ada conjungtion. Jadi, kita hanya membutuhkan pelengkap. Jawaban (a) dan (b) merupakan verb, sedangkan jawaban (c) merupakan subject. Jika jawaban (c) dimasukkan dalam kalimat maka akan terjadi double subject dan them tidak memiliki fungsi dalam kalimat.

  • Hati-hati dengan Appositive (menjelaskan kata sebelumnya)
Appositif (App) memiliki bentuk sebagai berikut:

APP,___________ (jika ada (,) di depan maka di depan koma adalah App)
____,App,__________ (Jika berada ditengah maka akan diapit oleh 2 tanda (,))
______________,App (Jika ada (,) dibelakang maka App berada setelah tanda (,))

Contoh soal:

__________,George, is attending the lecture
a. Right now
b. Happily
c. Because of the time
d. My Friend

Jawabannya adalah (d) my friend. Karena pada kalimat tersebut memiliki 1 verb (is attending) dan tidak ada conjungtion, sedangkan George merupakan Appositife. Jadi, kalimat tersebut membutuhkan subject yaitu My friends. Untuk jawaban (a) merupakan keterangan, (b) merupakan Adverb, (c) merupakan preposisi.


Sumber : 
https://letsstudyblog.wordpress.com/2012/02/11/tips-and-trick-menjawab-soal-structure-toefl/
https://englishforall.id/blogs/index.php/2016/06/03/strategi-toefl-subject-dan-verb/ 

Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan suatu perusahaan untuk melunasi semua kewajiban yang harus segera dipenuhi (hutang jangka pendeknya). Perusahaan yang mempunyai cukup kemampuan untuk membayar hutang jangka pendek disebut perusahaan yang likuid sedang bila tidak disebut ilikuid. Rasio likuiditas yang umum dipergunakan untuk mengukur tingkat likuiditas suatu perusahaan antara lain:

1. Current Ratio

Rasio ini membandingkan aktiva lancar dengan hutang lancar. Current Ratio memberikan informasi tentang kemampuan aktiva lancar untuk menutup hutang lancar. Aktiva lancar meliputi kas, piutang dagang, efek, persediaan, dan aktiva lainnya. Sedangkan hutang lancar meliputi hutang dagang, hutang wesel, hutang bank, hutang gaji, dan hutang lainnya yang segera harus dibayar (Sutrisno, 2001:247). Rumus current ratio adalah: 
 

 
Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan hutang lancar, semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya. Apabila rasio lancar 1:1 atau 100% berarti bahwa aktiva lancar dapat menutupi semua hutang lancar. Jadi dikatakan sehat jika rasionya berada di atas 1 atau diatas 100%. Artinya aktiva lancar harus jauh di atas jumlah hutang lancar (Harahap, 2002:301)

2. Quick Ratio


Quick ratio disebut juga acid test ratio, merupakan perimbangan antara jumlah aktiva lancar dikurangi persediaan, dengan jumlah hutang lancar. Persediaan tidak dimasukkan dalam perhitungan quick ratio karena persediaan merupakan komponen aktiva lancar yang paling kecil tingkat likuiditasnya. Quick ratio memfokuskan komponen-komponen aktiva lancar yang lebih likuid yaitu: kas, surat-surat berharga, dan piutang dihubungkan dengan hutang lancar atau hutang jangka pendek (Martono, 2003:56). Jadi rumusnya: 
 
 
Jika terjadi perbedaan yang sangat besar antara quick ratio dengan current ratio, dimana current ratio meningkat sedangkan quick ratio menurun, berarti terjadi investasi yang besar pada persediaan.

Rasio ini menunjukkan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid mampu menutupi hutang lancar. Semakin besar rasio ini semakin baik. Angka rasio ini tidak harus 100% atau 1:1. Walaupun rasionya tidak mencapai 100% tapi mendekati 100% juga sudah dikatakan sehat (Harahap, 2002:302).

3. Cash Ratio


Rasio ini membandingkan antara kas dan aktiva lancar yang bisa segera menjadi uang kas dengan hutang lancar. Kas yang dimaksud adalah uang perusahaan yang disimpan di kantor dan di bank dalam bentuk rekening Koran. Sedangkan harta setara kas (near cash) adalah harta lancar yang dengan mudah dan cepat dapat diuangkan kembali, dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi Negara yang menjadi domisili perusahaan bersangkutan. Rumus untuk menghitung cash ratio adalah: 
 
 
Rasio ini menunjukkan porsi jumlah kas + setara kas dibandingkan dengan total aktiva lancar. Semakin besar rasionya semakin baik. Sama seperti Quick Ratio, tidak harus mencapai 100% (Harahap, 2002:302).

Unloanable Fund dan Loanable Fund


Total dana yang tersedia terdiri dari 2 jenis :

1. Unloanable Fund:
  • Reserved Requirement
  • Uang Kas  
  • Cadangan Operasional
2. Loanable Fund:
  • Idle fund
  • Operating fund
Idle Fund adalah dana yang masih menganggur atau belum digunakan pada alokasi yang produktif bagi Bank.

Operable Fund adalah dana yang sudah dioperasikan oleh Bank terutama dalam bentuk  kredit yang diberikan pada debitur.

Bank selalu berusaha meminimalkan idle fund atau memperbesar operable fund untuk keuntungan yang optimal.

Klasifikasi penggunaan dana ini sangat diperlukan untuk menghitung biaya dana yang harus dikeluarkan Bank (Cost of Fund).

Prinsip penggunaan dana tersebut adalah:

  • Sumber dana jangka pendek untuk investasi jangka pendek.
  • Sumber dana jangka panjang untuk investasi jangka panjang.